Rabu, 01 April 2015

Kegiatan Uji Stress


Pada hari Minggu, 29 Maret 2015
Diadakan kegiatan pertama Fompa yang bertempat di Lokasi Car Free Day, Dago, Bandung Jawa Barat.

Kegiatan ini dilakukan dalam rangka memperingati Social Work Day pada tanggal 17 Maret dan untuk memperkenalkan FOMPA kepada masyarakat luas. Kegiatan utamanya meliputi Uji Stress yang ditujukan kepada 100 responden secara sukarela dan mendeklarasikan Hak-Hak Anak.

Kegiatan ini berjalan dengan lancar terlihat dari animo masyarakat yang cukup tinggi dan banyak diantaranya yang ingin berpartisipasi dalam mengikuti uji stress tersebut. Sasaran pada kegiatan ini adalah anak-anak, remaja, dan orang dewasa.

Khusus untuk anak-anak, kami membagikan souvenir berupa origami berbentuk hati, origami berbentuk burung, dan membagikan permen. Hal ini ditujukan untuk meningkatkan indeks kebahagiaan anak-anak.

Welcome to FOMPA

Forum Mahasiswa Peduli Anak (FOMPA) pada awalnya dibentuk oleh Mahasiswa Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial (STKS) Bandung untuk mewujudkan rasa kepedulian terhadap anak dan untuk membangun eksistensi Pekerja Sosial.
Apa itu FOMPA?

FOMPA ---> POMPA

Pompa adalah mesin untuk menggerakan fluida. Pompa menggerakan fluida dari tempat bertekanan rendah ke tempat dengan tekanan yang lebih tinggi, untuk mengatasi perbedaan tekanan ini maka diperlukan tenaga (energi)


Jadi, FOMPA adalah wadah yang akan menggerakan kepedulian Mahasiswa terhadap anak dari kondisi tidak baik menjadi baik dengan berbagai pendekatan Pekerja Sosial

Mengapa harus FOMPA?

Karena FOMPA merupakan wujud dukungan terhadap pemerintah dalam merespon berbagai isu-isu anak dan menciptakan sistem pelayanan terpadu antara pihak swasta dan pemerintah dengan mengedepankan peran dan tanggung jawab keluarga dan masyarakat. Dengan Visi dan Misi, sebagai berikut :

VISI

Menjadi Mitra terbaik di kalangan mahasiswa bagi anak di Kota Bandung dalam mencapai hak hidup, perlindungan, dan partisipasi dengan mengedepankan kepentingan terbaik bagi anak.

MISI
  1. Mengupayakan pencapaian hak-hak anak dalam keluarga, masyarakat, dan negara melalui aksi sosial.
  2. Mengembangkan jejaring kerja dengan pihak pemerintah dan swasta untuk menciptakan sistem pelayanan terpadu bagi permasalahan anak. 
  3. Melakukan pengembangan dan pelatihan bagi pengurus dalam peningkatan kapasitas dan kinerja organisasi.